Tuesday, April 16, 2013

PERBEDAAN TV LED, LCD, PLASMA TV

Penjelasan teknis secara umum,
Plasma TV, LCD/LED-TV & OLED/AMOLED
 
PLASMA TV
LCD/LED
OLED TV


Plasma TV = Cocok buat nonton Film.
Jika ditempatkan di ruangan yang sangat terang (spt di showroom), gambarnya akan terlihat lbh redup dari LCD.
Jika ditempatkan di ruangan agak redup, Hitamnya lbh pekat dari LCD.
Selain itu, Plasma-TV minim blur / ghosting, gak ada Backlight-bleeding / Clouding.
Sudut pandang Plasma-TV sangat lebar.

Pencahayaan dan warnanya, berasal dari Gas Pixel Plasma-nya sendiri (tanpa Backlight).


LCD-TV = Cocok untuk gaming / browsing / PC.
Jika ditempatkan di ruangan yang sangat terang, gambar dan warna lebih cerah daripada Plasma-TV.
Namun, untuk adegan gerak cepat / siaran olahraga, rentan ghosting / blur.

LCD-TV menggunakan Backlight untuk pencahayaan,
& menggunakan Cairan Kristal, untuk reproduksi warna.


LED-TV = Prinsip kerjanya mirip dengan LCD-TV, bedanya di backlight yang digunakan.
LCD-TV menggunakan Lampu Neon (CCFL)
& LED-TV menggunakan Lampu LED sebagai backlight.


OLED-TV / AMOLED = Menggunakan beberapa lapisan organik sebagai pencahayaan dan reproduksi warna, tanpa menggunakan backlight seperti LED/LCD-TV.
Menghasilkan gambar yg deep-black, cukup bright dan minim blur dgn frame layar yang tipis.
OLED Masih dalam tahap pengembangan,
- Lapisan organik warna biru hanya dapat bertahan krg lebih 7000 jam
- Lapisan organik warna hijau dan merah hanya dapat bertahan krg lebih 14000 jam
Dikarenakan ongkos produksi yang relatif sangat mahal dan masih teknologi baru (dibutuhkan pengembangan), maka demand dari pasar msh sangat kecil.


**Perlu diketahui,
Daya LCD-TV (pada umumnya) akan tetap selalu konstan, kurang-lebih, sesuai seperti yang tertera di spesifikasi, mau scene gelap atau terang sama aja, karena, Backlight yang ada di balik layar LCD selalu ON terus.

Namun,
ada beberapa produsen LCD-TV yang menggunakan teknologi untuk mengurangi intensitas cahaya Backlight, agar daya lebih efisien.

Konsumsi listrik plasma yang tertera di spesifikasi adalah, konsumsi listrik saat menampilkan gambar putih statis, dgn brightness dan contrast normal.

Sebenarnya,
konsumsi listrik pada Plasma-TV, berubah-ubah mengikuti pencahayaan scene.
Jadi, Klo scene gelap - sedang, daya pada Plasma-TV tidak terlalu berbeda dengan daya pada LCD-TV.
& Klo banyak scene gambar gelap, konsumsi daya bisa dibilang sangat efisien.



Skema desain LCD/LED-TV, Plasma-TV & OLED-TV


Plasma



LCD-TV



LED-TV
Mirip dengan LCD-TV, yang membedakan hanya Backlight yang dipakai, berupa lampu LED


OLED-TV



Untuk LCD-TV... saat adegan gelap,
backlight yang ada di belakang layar LCD akan tetap ON.
Sementara, kristal cair yang ada didalam panelnya, membentuk formasi warna hitam.
Untuk bbrp brand LCD, Perjalanan cahaya menembus kristal hitam mengakibatkan, Backlight Bleeding (cahaya bocor).

Untuk meminimalisasi hal tersebut, beberapa produsen TV memproduksi LED-TV, karena pencahayaan LED-TV lebih merata ke seluruh bidang dibanding LCD-TV biasa.

Beda dengan Plasma-TV,
cahayanya dihasilkan dari Pixel Gas Plasma,
& bisa ON dan OFF secara individual (walau tidak Full Off).
Jadi... saat adegan gelap, ya memang gelap & tidak ada Backlight Bleeding...

Selain itu, Plasma TV punya Response Time yang lbh cepat, sekitar ~1ms.
Karena Response Time yang cepat itulah, Plasma TV punya keunggulan untuk playback siaran-siaran olahraga (minim blur untuk adegan gerak cepat).

Mengenai Resolusi Gambar

Q : Bedanya Panel-TV HD-Ready dan Full-HD, apa ya ?
A : HD-Ready menggunakan resolusi 1280 x 720 / 1366 x 768 / 1024 x 768 (720p)
& Full-HD menggunakan resolusi 1920 x 1080 (1080p)


Q : Pengaruh HD-Ready & Full-HD, untuk kualitas gambar, di mana tuh ?
A : Untuk penggunaan nonton film & jarak 2 mtr : Pengaruhnya dapat dirasakan jika menggunakan layar sebesar > 32 inch.
Namun, jika layar yang dipakai hanya sebesar < 32 inch, untuk mata awam tidak terlalu terlihat perbedaannya.

Penjelasan lebih detail...
Contohnya di dua buah TV 42" (Full-HD & HD-Ready),
Jika dilihat dgn jarak 1-3 mtr (khusus tayangan HD content),
jika ada scene pemandangan, atau scene gambar garis horizontal / vertikal,
TV Full-HD, terlihat lebih rapat pixel gambarnya.
Jadi, secara keseluruhan terlihat lbh tajam dan halus (minim jaggies*)

Untuk ukuran hingga 32-inch**
walau pakai content full-hd sekalipun,
bedanya, nyaris tidak terlihat (kecuali diperhatiin dari jarak -/+ 1 mtr)

*jaggies = efek gambar tangga / gerigi
**pengetesan di dua buah TV yang berbeda (32" Full-HD & 32" HD-Ready menggunakan resolusi 1080p)




Q : Pengaruh HD-Ready & Full-HD untuk penggunaan PC / browsing internet gmn ?
A : Bidang gambar lebih luas.
Sama seperti layar PC, jika menggunakan resolusi lebih besar, bidang gambar pun tampak lebih luas & hal ini sangat berguna untuk browsing internet.


Q : Resolusi Panel-TV saya adalah HD-Ready, tapi disebutkan, bisa terima input Full-HD, gmn tuh ?
A : Gak ada masalah, Resolusi Full-HD yang masuk, di-down-scale ke resolusi HD-Ready oleh panel TV tersebut.


Q : Banyak yang bilang.. TV Full-HD jika dipakai untuk tayangan Standard Definiton (DVD. PS2. TV Kabel, Siaran TV pakai Antenna biasa), gambar jadi kurang tajam dibanding TV HD-Ready.. gmn tuh ?
A : Betul Hal ini terjadi, karena proses interpolasi gambar menjadi lbh rumit, karena resolusi SD (720 x 480) harus diproses menjadi Full-HD (1440 or 1920 x 1080).


Q : Adalagi nih... TV LCD jika dipakai untuk tayangan Standard Definiton (DVD. PS2. TV Kabel, Siaran TV pakai Antenna biasa), gambar jadi kurang tajam dibanding TV tabung (CRT).. kenapa tuh ?
A : TV LCD diperuntukkan untuk tayangan HD (Aora HD TV, Firstmedia HD, Blu-Ray, dan sejenisnya), jika dipakai untuk siaran Tv memakai antenna, maka warnanya akan lbh blur dan kurang tajam


Mengenai Pilihan berbagai jenis TV

Q : LCD X tipe B, dgn LCD Z tipe A... atau, Plasma A tipe B, dgn Plasma X tipe C... bagusan mana ya ?
A : Silahkan lgs aja ke Showroom Elektronik terdekat, audisi merk & tipe TV LCD / Plasma yang ada.

*bawa PS3 / DVD / HD-player + kabel + game / film sendiri...


Q : Saya bingung nih, Plasma atau LCD yah.. karena saya lihat di showroom, Plasma lebih redup dan LCD lebih cerah... cuman, banyak juga yang bilang, Plasma mantep... gmn dong ?
A : Pencahayaan showroom yang sangat terang, tidak memungkinkan bagi Plasma TV untuk menampilkan performa terbaiknya.
Karena, Plasma-TV diperuntukkan di ruangan dengan pencahayaan yang redup - normal.
Sementara, LCD-TV... performa terbaiknya diperuntukkan untuk pencahayaan yang terang spt di showroom.


Q : Klo di rumah, saya lbh banyak nonton film... Plasma atau LCD yah ?
A : Asal muasal Plasma TV diciptakan, adalah untuk penggunaan gambar bergerak & sampai sekarang pun memang seperti itu.


Q : Saya lbh banyak main game, dan akan menjadikan TV saya untuk penggunaan PC + internetan ?
A : Asal muasal Layar LCD diciptakan, adalah untuk penggunaan layar komputer dan untuk display beberapa gambar diam di tempat pencahayaan terang.


Q : Saya hanya tertarik kepada dua pilihan, LED-TV dan LCD-TV... pilih mana yah ?
A : Yang membedakan LED-TV & LCD-TV adalah, backlight yang digunakan, LCD-TV pakai lampu Neon, LED-TV pakai lampu LED.



Mengenai Pilihan berbagai jenis merk

Q : LG, Samsung, Panasonic, Sony, Sanyo, Sharp, dsb... mana yang paling awet nih ?
A : Semua merk tersebut di atas adalah merk besar, dan tentunya sudah melalui serangkaian Quality Control yang ketat.
Awet atau tidaknya tergantung kondisi listrik dan pemakaian.



Mengenai Kelistrikan, Perawatan TV & Proses Break-in Plasma-TV

Q : Saya pernah mengalami, TV saya mati sesaat kemudian nyala lagi scr tiba-tiba.. kenapa tuh ?
A : Coba cek kelistrikan rumah (tegangan listrik), perkabelan, colokan listrik PLN & TV.


Q : Bagaimana proses Break-in TV Plasma, saya lihat, harus begini dan begitu, dsb... kok ribet yah ?
A : Make it simple
Break-in berjalan normal apa adanya seiring waktu.
- Untuk nonton siaran TV biasa, set aspect ratio ke JUST
- Untuk maintenance : seminggu 1x, setel siaran kosong (gambar semut), selama 10-20 menit


Q : Bagaimana perawatan jangka pendek dan panjang, agar TV saya awet hingga ke depannya ?
A : Mencegah, jauh lebih baik daripada mengobati.
Gunakanlah Stabilizer yang berkualitas baik



Mengenai Populasi dari jenis-jenis TV yang ada di pasaran

Q : Saya lihat, Plasma-TV populasinya jauh lebih sedikit dibanding LCD, apakah ini pertanda buruk bagi perkembangan Plasma-TV ?
A : Kuncinya terletak di Ongkos Produksi & Target Pasar.
Ongkos produksi untuk layar yg berukuran <42 bisa="" br="" dibilang="" lbh="" lcd="" murah.=""> Ongkos produksi untuk layar yang berukuran >42" bisa dibilang, Plasma lbh murah.

Penjelasan lebih detail...
Layar <42 adalah="" br="" gemuk="" pasar=""> di mana layar <42 adalah="" br="" di="" layar="" lbh="" lcd="" mudah="" produksi.="" spesialisasi="" yg=""> Silahkan lihat layar HP anda brp inch ??...

Ditambah, gamers2 PS3 & X360, mayoritas pakai Layar 32".
**makin besar demand, makin efisien ongkos produksi

Teknologi Plasma... tergusur bgt sih nggak,
Bisa lihat layar CRT (TV tabung) yang sampai skrg masih di-produksi,
krn.. layar CRT punya kedalaman warna yang lbh mantap dibanding TV flat-panel manapun.
Sehingga selalu dijadikan acuan untuk keperluan Video Editing di stasiun2 TV.

& Masing-masing teknologi layar, punya pasar dan kelebihan sendiri.



Hal-hal lain

Q : Plasma-TV saya mengalami Screen Burn-in / Image Retention, karena kelamaan ada bagian gambar diam di dlm Game / Film... Gmn cara menghilangkannya ?
A : Mudah.. setel siaran channel kosong (gambar semut), selama 10 - 20 menit.


Q : Banyak yang bilang, TV klo buat main game, gampang rusak, dan ada juga yang bilang, ini hanyalah mitos.. yg bnr gmn sih ?
A : Mayoritas... main game bisa bikin lupa waktu, 10-12 jam pun tak terasa, aplagi klo mainnya tiap hari & itu TV, ON terus.
Bandingkan dengan durasi nonton Film / TV biasa.


Q : Saya punya game console PS3 / X360, knp yah klo main di TV layar 42" jaggies terlihat lebih jelas, dibanding main di TV 32" ?
A : Keterbatasan hardware dan software yang ada di Game Console saat ini, tidak memungkinkan untuk menggunakan fitur anti-aliasing secara maksimal. Fitur tersebut, berguna untuk meminimalisasi efek jaggies yang ada pada gambar 3D.
Karena hal itulah, makin besar layar, efek jaggies pun makin terlihat & detail gambar kecil pun juga lebih jelas.

*jaggies = efek gambar tangga / gerigi


Q : Saya lihat... harga LED-TV jauh lbh mahal, dibanding harga LCD-TV di ukuran yang sama, padahal, layar-layar laptop yang memakai LED screen harganya sudah relatif terjangkau & hampir semua produsen laptop memakai LED screen, knp bisa gitu yah ?
A : Ongkos produksi LED-backlight memang lebih mahal 2-3x lipat dibanding ongkos produksi CCFL-backlight (LCD) untuk ukuran sedang s/d besar, & relatif terjangkau untuk ukuran layar kecil.
Hal ini disebabkan, karena belum banyak produsen yang mengaplikasikan LED-backlight di layar berukuran besar, lain halnya dengan produsen laptop, di mana hampir setiap laptop yang ada sudah menggunakan LED screen.
**makin besar demand, makin efisien ongkos produksi


Q : Konon... Plasma-TV rentan terhadap pantulan cahaya, gimana dong ?
A : Gak masalah klo pantulan dari samping. Yang bermasalah adalah, pantulan cahaya secara langsung / hadap2an.

**Tidak hanya Plasma-TV yang rentan terhadap pantulan cahaya secara langsung, hampir semua LED-TV yang memakai Glossy-Panel,
juga rentan terhadap pantulan cahaya secara langsung.



Q : Bagaimana soal radiasi yg dikeluarkan oleh plasma dan lcd ? yang mana yg lebih besar tingkat radiasinya ?
A : Sebetulnya yang namanya radiasi, setiap perangkat elektronik punya radiasi. Rata2 perangkat elektronik branded terkenal, otomatis sudah diperhitungkan batas radiasinya, agar selalu di batas aman terhadap salah satu organ tubuh kita. Dalam hal ini, Mata.

**Yang terpenting, istirahatkan mata 5-10 menit, setelah nonton 1-2 jam,
jgn terlalu berlebihan, segala sesuatu yang berlebihan, pasti efeknya buruk.
Dan, sesuaikan tingkat brightness dan contrast dengan kondisi pencahayaan ruangan yang ada, agar mata tidak cpt lelah klo nonton dlm jangka waktu lama.



Q : Waktu hidup TV plasma dibanding LCD atau LED backlight, mana yg paling lama ?
A : Teorinya sih (umur panel),
LED-TV & Plasma = 100rb jam
LCD-TV (ccfl backlight) = 50-60rb jam

Tapi balik lagi ke faktor:
1. Umur komponen lain, selain panel
2. Pemakaian
3. Stabilitas listrik
4. Defect pabrik
sumber mas setiabudy, kaskus , terima kasih banyak info yg sangat berguna

Readmore..,monggo mas..salam kangen »»

BELAJAR MENGENAL TV 3D, 3 DIMENSI

Mari belajar bersama mengenai tv 3 dimensi, 3D

“Keunggulan produk ini bisa merubah saluran Televisi 2D menjadi siaran 3D dan dilengkapi WiFi untuk koneksi internet. Meski canggih namun untuk menonton TV 3D tetap diperlukan kacamata khusus 3D.”(1)
Terobosan teknologi yang luar biasa. Pertanyaannya, apakah benar “bisa merubah saluran Televisi 2D menjadi siaran 3D” begitu saja?


Akhir-akhir ini mulai bermunculan iklan, baik di media cetak maupun eletronik, produk Televisi yang menawarkan gambar 3D (3 Dimensi); Televisi 3D.
Tayangan Televisi yang sekarang kita nikmati hanya terdiri dari 2 dimensi, lebar dan tinggi. Gambar 3 dimensi, meskipun permukaannya rata, tetapi bila dilihat, nampaklah sebuah ruangan/ kedalaman dengan obyek timbul seperti nyata. Seperti halnya melihat isi akuarium.
Secara umum, Gambar/ tampilan 3D dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan cara melihatnya; yaitu memakai alat (kacamata, stereoskop dll) dan tidak memakai alat.
Memakai Kacamata (Stereoscopic)
- Anaglyph (Kacamata Red-Cyan)
- Polarization (Kacamata terpolarisasi pasif), untuk bioskop 3D.
- Alternate-frame sequencing (lensa active shutter)
Tanpa Kacamata: Autostereoscopic atau Auto 3D
Teknologi TV 3D sbb:
- lenticular lenses
- parallax barriers
Sampai saat ini teknologi Auto 3D belum diterapkan ke produk Televisi. Masih berupa produk dan pasaran terbatas; misalnya laptop 3D LCD (Sharp), 3D mobile phone (Hitachi) dan kamera digital Fujifilm FinePix Real 3D W1 (Fujifilm), dan Nintendo 3DS (Nintendo).(6)
Diluar itu semua, baik yang memakai kacamata maupun yang tidak, keduanya mempunyai persamaan yaitu membutuhkan program siaran TV yang menggunakan lebih dari satu kamera. Dengan kata lain, TV 3D membutuhkan ‘pasokan’ dua atau lebih sumber gambar. Bagaimana dengan siaran TV di Indonesia sendiri?
Mari perhatikan. Berikut ini akan dikupas cara kerja salah satu tampilan 3D, yaitu yang memakai kacamata Red-Cyan.
GAMBAR ANAGLYPH
Definisi gambar anaglyph adalah 1 (satu) buah gambar yang dibuat dari
penyatuan 2 (dua) gambar melalui proses filter warna. Kedua Gambar ini diambil pada saat bersamaan tapi dengan sudut pengambilan berbeda .
Gambar atau Film 3 dimensi misalnya Avatar (James Cameron, 2009) atau Polar Express (dibintangi oleh Tom Hank, 2004), diambil 2 gambar ~dengan 2 kamera~, masing-masing gambar akan mengalami proses filter warna, lalu dilebur jadi satu.
Bagannya sebagai berikut:

Proses yang rumit ini, walaupun untuk melihatnya memang memakai kacamata 3D, tapi tidak memerlukan media Televisi 3D atau media yang muluk-muluk. Dengan Televisi biasa anda sudah bisa menikmatinya, karena proses filter warnanya telah dikerjakan di Pusat produksi Film.
IMPIAN 3 DIMENSI
Dari skema di atas terlihat, bahwa untuk mewujudkan impian tontonan 3 dimensi di rumah, ada 1 pihak yang sebenarnya berperan secara penuh, bukan pada Produsen TV dengan cara memproduksi Televisi 3D, namun lebih pada peran Pihak stasiun TV.
Sumber gambar yang akan ditampilkan harus di’syut’ dengan 2 (dua) kamera pada saat bersamaan. Ke-2 gambar tersebut lalu di filter warnanya, di lebur jadi 1 gambar untuk kemudian dipancarkan ke pesawat Televisi masing-masing. Penonton tetap diharuskan memakai kacamata 3D.
Untuk mudahnya, bayangkan saja seorang kamerawan nantinya akan menggotong dua kamera (Double-Camera) berlarian kesana kemari memburu berita, agar bisa ditampilkan liputan aktual 3 dimensi.
Penting diperhatikan bahwa posisi Double-Camera ini harus senantiasa sejajar dengan bidang horizontal. Miring sedikit sudah tidak bisa menghasilkan gambar 3 dimensi.
TELEVISI 3D (3 DIMENSI)
“Cara kerja dari teknologi 3 dimensi ini adalah mengambil gambar dengan 2 kamera atau lebih, yang nantinya dibagi gambar untuk mata kanan dan mata kiri. Yang menggunakan kacamata khusus untuk menyatukan gambar-gambar tesebutyang akan menciptakan ilusi ke dalam 3 dimensi”.(2)
Jelas sekali bahwa Televisi 3D ini ‘tergantung’ pada dukungan pihak stasiun Televisi. Mengharapkan pancaran 2 gambar dari stasiun TV lalu diolah di pesawat TV 3D menjadi 1 gambar 3 dimensi.
Nah, itu kalau ada dukungan?
Walaupun nantinya ada dukungan pun, Pihak Stasiun TV masih mempunyai dua opsi, ditinjau dari sisi ekonomi yang menguntungkan;
- 2 gambar difilter sendiri menjadi 1 gambar, lalu dipancarkan, ataukah
- 2 gambar langsung dipancarkan? nantinya di filter oleh pesawat TV 3D.
Bila opsi kedua dipilih, kita tentu mengharapkan agar jangan sampai di TV BIASA tampilannya malah jadi buram, karena kedua gambar saling bertumpukan…
TV 3D TANPA DUKUNGAN STASIUN TV
Bila kemunculan produksi TV 3D tanpa dibarengi dukungan stasiun TV, pesawat Televisi 3D ini dipastikan tidak ada gunanya, walaupun tetap akan memproses SATU gambar yang diterima, mem-filter warnanya, tapi gambar yang dihasilkan tetap sama dengan TV biasa.
Konsumen tetap disuguhi tontonan 2 dimensi walaupun warnanya telah difilter. Sudah harga produknya mahal (Harga TV 3D antara 20-30 Juta, kacamatanya 800ribu hingga 2 juta per buah), ironisnya lagi, diawali rebutan kacamata dengan keluarga yang lain, padahal barangnya untuk kemudian tak terpakai…
Kemungkinan masuk akal adalah munculnya Stasiun TV baru khusus siaran 3D dengan beban biaya tambahan untuk mengakses siarannya.
TIPE TV 3D YANG MEMBODOHI PUBLIK
Ini yang perlu kita waspadai, jangan sampai kita menjadi konsumen yang dibodohi, bila teknologi tersebut ternyata hanya membuat modifikasi 2 gambar dari 1 gambar yang ditangkap, lalu masing-masing gambar difilter warnanya untuk digabung menjadi 1 gambar lagi.
Hasil akhir tampilan memang gambar Anaglyph dan untuk menontonnya juga diharuskan memakai kacamata. Tetapi di sini TIDAK ADA EFEK 3 DIMENSI yang bisa diamati!
Perhatikan Perbedaannya di bawah ini:



Kasus seperti ini mengingatkan penulis di era tahun 90-an, ketika menjamurnya produk Tape/ Walkman stereo. Speaker/ Earphone di kedua sisi diklaim memiliki efek Stereo, ini jelas penyesatan/ pembodohan terhadap konsumen. Padahal sewaktu diintip ‘Head‘-nya (Alat yang akan menyentuh Pita kaset bila di ‘Play‘) cuma terdapat 2 kaki ~Head Stereo seharusnya 4 Kaki~.
Produk tersebut sebenarnya hanyalah Tape Mono, 2 kaki Head terhubung masuk Pre-amp, Equalizer kemudian Amplifier. Keluaran Amplifier baru bercabang menjadi dua untuk Speaker kanan dan kiri. Pada Tape Stereo, 4 kaki Head terhubung ke Double-Pre-amp, Double-Equalizer kemudian Double-Amplifier, tentu saja keluaran pun double, suara Speaker kiri kanan berbeda untuk musik-musik tertentu yang mendukung efek stereo.
Apakah anda termasuk konsumen yang saat itu dibodohi? Silahkan cek jumlah kaki Head di Tape ‘Stereo’ anda…
Maka, seperti halnya Tape stereo yang tidak bisa dinilai hanya dengan melihat fisik luarnya atau adanya label “Stereo”, Televisi 3D pun tidak bisa dinilai hanya dengan munculnya gambar Anaglyph atau pemakaian kacamata 3D.
KESIMPULAN
1. TV 3D bisa bekerja bila ada dukungan ‘Double-Camera’ dari Stasiun TV yang memancarkan kedua tangkapan gambarnya.
2. Selama stasiun TV masih menggunakan 1 kamera untuk men-syut segala aktifitasnya, atau ‘Double Camera’ tapi difilter sendiri di Pusat Produksi, maka Pesawat Televisi 3D tidak ada gunanya. Anda hanya akan dibebani biaya tambahan untuk siaran khusus 3D dari stasiun TV Khusus.
3. Seharusnya teknologi 3 dimensi diaplikasikan pada Pihak Stasiun TV, bukan dengan memproduksi TV 3D.

sumber/tulisan dari mas genghis khun, terima kasih untuk mas genghis khun, Pengamat Teknologi, informasi ini sangat berguna sekali buat saya belajar, semoga sukses selalu.

Readmore..,monggo mas..salam kangen »»

Wednesday, April 10, 2013

cara mengisi pulsa listrik pln prabayar

 
CARA MEMASUKKAN PRABAYAR KE METERAN

Picture Cara memasukkan kode prabayar ke meter:
1. Masukkan 20 angka kode voucher lalu tekan “ENTER’ (↵) untuk mengakhiri.
2. Gunakan tombol ‘Back Space” (←) untuk mengoreksi /menghapus kesalahan.
3. Display “RECEPT” kode diterima.
4. Display “REJECT” kode ditolak.
 


RUMUS MENGHITUNG KWH PULSA TOKEN     

(Nominal – Adm Bank)-PPJ*(Nominal-Adm Bank)} : Biaya per kWH

Keterangan

Adm bank = Rp 1.600,-
PPJ (Pajak Penerangan Jalan) untuk Kabupaten 3% dan Kotamadya 6%

Contoh

Pembelian Token PLN Rp 20.000,- Golongan Daya R1 1300 Watt daerah Kabupaten Bekasi

Hitung

Nominal = 20.000
Adm Bank = Rp 1.600,-
PPJ = 3%
Biaya per KWh = Rp 790

={(20000-1600)-3%(20000-1600)} : 790

= (18400-552) : 790

= 22,59 KWh

Perhitungan
ini berdasarkan perhitungan yang diberikan oleh pihak PLN, dan menggunakan tariff yang berlaku berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.07 Tahun 2010 yaitu tentang Tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
sumber;pulsappobplus.weebly.com

Stroom Steer (Listrik Prabayar)
Segera ganti meter listrik jadul anda ke meter gaul prabayar. Prabayar merupakan layanan terbaru PLN untuk memudahkan pelanggan mengendalikan pemakaian listrik sesuai kebutuhan.
Kenapa harus Pakai Listrik Prabayar?
  • Prabayar memudahkan pelanggan memantau pemakaian listrik  setiap saat.
  • Pelanggan dapat menggunakan listrik sesuai rencana anggaran belanja
  • Pelanggan menikmati keakuratan pencatatan meter
  • Pelanggan dapat berhemat dalam konsumsi listrik.
  • Pembelian kWh (listrik) dapat dilakuakn di payment point dan jaringan ATM yang luas.
Bagaimana cara dapat Layanan Listrik Prabayar?
Menghubungi Call Center 123 atau ke Kantor PLN UPJ (Unit Pelayanan Jaringan) terdekat, calon pelanggan baru dan pelanggan yang sudah menggunakan listrik pasca bayar dapat mengajukan permintaan migrasi ke layanan listrik prabayar dengan cara :
  • memberikan data nama pemohon, lokasi penyambungan dan contact person yang dapat dihubungi.
  • Pelanggan melakukan pembayaran
  • Petugas PLN akan memasang meter listrik prabayar di tempat pelanggan
Cara Menggunakan Listrik Prabayar
Sebelum menggunakan Listrik Pra Bayar,voucher token harus dibeli dari ATM, Kantor POS atau Payment Point terdekat. Nomor serial meter harus sesuai dengan identitas pelanggan, agar token kWh dapat digunakan. Masukan 20 nomor token di struk ke meter anda.
 Bagaimana cara Mengisi STROOM?
  •  Merk HEXING : tekan 20 angka sesuai angka stroom (angka token) yang tertera di kertas struk pembelian kemudian tekan tanda .
  • Merk CONLOG : tekan 20 angka sesuai angka stroom (angka token) yang tertera di kertas struk pembelian
  • Merk STAR : Tekan 20 angka sesuai angka stroom (angka token) yang tertera di kertas struk kemudian tekan tanda .
  • Merk Itron : Tekan 20 angka sesuai angka stroom (angka token) yang tertera di kertas struk pembelian kemudian tekan .
BAGAIMANA MELIHAT SISA STROOM ANDA ?
  • Merk Hexing : Tekan angka 8, angka 0 dan angka 1 kemudian tekan tombol bertanda . Di monitor akan muncul kredit xxxxx.
  • Merk Itron : di monitor atas tertulis kWh dan dibawahnya muncul angka xxxx.
  • Merk Star : Tekan angka 0, angka 7 kemudian tekan tombol , dimonitor akan muncul angka xxxxx.
  • Merk Conlog : di monitor atas tertulis kWh dan dibawahnya muncul angka xxxx
BAGAIMANA BILA PENGISIAN STROOM SALAH TEKAN ?
  • Pastikan saat menekan tombol di meter sudah benar, bila salah untuk mengulangi tekan dulu tombol , sehingga angka yg salah terhapus, kemudian tekan angka yg benar.
  • Bila angka yang anda masukkan benar, maka di monitor akan muncul tulisan : AccEPT.
  • Bila angka yang anda masukkan salah akan muncul tulisan rEJecT, segera ulangi pengisian stroom mulai dari awal. 
sumber; PLN

Readmore..,monggo mas..salam kangen »»

Tuesday, April 9, 2013

SETIA HATI TERATE, AREMAN, TUGU, CIMANGGIS, DEPOK (DAFTAR WARGA )

SETIA HATI TERATE, AREMAN, TUGU, CIMANGGIS, DEPOK (DAFTAR WARGA )
NO NAMA  PANGGILAN TAHUN NIW ALAMAT KET.
1 SUSIANTO KELAPA DUA
2 SAFARI WIDODO
3 DJOKO SANTOSO JOKO 1973 AREMAN
4 YUSUP MUJIMAN MUJIMAN 1986 AREMAN
5 SUEP PRAYUGIO 2008
6 MUHAMAD MUKAROM KAROM 2007
7 HARY PRASETYO HARY 1993 AREMAN
8 ZAINUL ABIDIN 2006
9 RAHMAD 2010
10 SUSWANTO 2008
11 ARIF 2006
12 MUJITO TAWIN 2007
13 MULYADI 2012
14 AFIF SAIBUDIN 2012
15 RUDHI  2012
16 ABDUL KOLIK 2012
17 TARMUJI 2011
18 EKO LUCKYANTO 2007
19 HERI 2010
20 EDI 2011
21 MUSLIMAT 2012
22
23
24
25
26































































































































































Readmore..,monggo mas..salam kangen »»